Mengasah Kreativitas Melalui Pementasan Seni Refleksi Dalam UTS Pengembangan Kreativitas Seni SD di PGSD UTM

 

Pada hari Rabu, 16 Oktober 2024, Gedung Serba Guna (GSC) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi saksi atas pergelaran seni yang menampilkan kreativitas tanpa batas dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Acara tersebut merupakan bagian dari Ujian Tengah Semester (UTS) untuk mata kuliah Pengembangan Kreativitas Seni SD, di mana para mahasiswa semester 5 ditugaskan untuk menggabungkan berbagai elemen seni dalam sebuah pertunjukan yang dipresentasikan secara langsung di hadapan dosen dan jajaran Prodi PGSD.

Acara ini dimulai tepat pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga 23.30 WIB, melibatkan lebih dari 100 mahasiswa yang tergabung dalam kelompok-kelompok pementasan seni. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah para dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Kreativitas Seni SD, dosen-dosen lain dari lingkungan Program Studi PGSD, serta Koordinator Prodi PGSD. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh atas proses pembelajaran yang mendorong pengembangan keterampilan seni dan kreativitas mahasiswa.

 

Ujian ini memiliki konsep evaluasi yang berbeda dari ujian tradisional. Mahasiswa diminta untuk menampilkan kreativitas dalam bentuk seni pertunjukan yang terdiri dari tarian, nyanyian, serta penggunaan properti tradisional yang dirancang secara mandiri oleh mahasiswa. Pementasan ini juga menampilkan berbagai teknik menari yang diadaptasi dari tarian tradisional hingga modern, mencerminkan bagaimana seni dan kreativitas berperan penting dalam proses pendidikan di sekolah dasar.

Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok pementasan, di mana setiap kelompok diberi kebebasan untuk mengeksplorasi tema yang unik dan autentik. Tema-tema tersebut mencerminkan keberagaman budaya, cerita rakyat, mitologi, serta hubungan antara manusia dan alam. Penampilan-penampilan yang ditampilkan pada acara tersebut antara lain:

  1. 5D Bajra Mahasura: Mengangkat kisah kepahlawanan dan kekuatan dari mitologi Hindu, penampilan ini memadukan elemen tarian tradisional Jawa dengan musik yang energik dan penuh makna.
  2. 5B Wangun: Menampilkan seni tarian yang menggambarkan keindahan arsitektur tradisional Jawa dengan elemen modern, diperkaya dengan penggunaan properti seperti miniatur bangunan candi.
  3. 5A Harmony in Nature: Menggambarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam, kelompok ini menggunakan kostum yang terinspirasi dari flora dan fauna, serta menekankan gerakan yang halus dan penuh makna.
  4. 5E Balas Budi: Pementasan yang mengambil inspirasi dari cerita rakyat mengenai pembalasan kebaikan, dengan penggunaan properti topeng dan baju tradisional khas daerah tertentu.
  5. 5C Jejak Harmoni Papua: Menampilkan seni dan budaya Papua melalui tarian penuh semangat yang menggambarkan kehidupan masyarakat asli Papua.
  6. 5D Harmoni Kehidupan: Melalui tema ini, mahasiswa mengajak penonton untuk merenungi hubungan antara manusia, hewan, dan alam melalui gerakan tarian yang ekspresif.
  7. 5A Flamencoki Breeder’s: Memadukan elemen tarian Flamenco Spanyol dengan sentuhan lokal, penampilan ini kaya dengan ritme yang intens dan properti khas seperti kipas.
  8. 5E Tundhone Panah Amarga Kaendahan: Menggunakan tema kepahlawanan tradisional Jawa dengan sentuhan cerita romantis, pementasan ini penuh drama dan emosi.
  9. 5B Kembhang Paseser: Menggambarkan keindahan dan misteri pantai selatan, kelompok ini memanfaatkan gerakan yang tenang namun penuh kekuatan, mencerminkan keagungan alam laut.
  10. 5D Melodi Bumi: Menampilkan tema tentang musik alam, pementasan ini menggunakan alat musik tradisional yang dikombinasikan dengan tarian alam yang harmonis.
  11. 5F Anoman Obong: Mengangkat legenda Hanoman yang membakar kota Alengka dalam epos Ramayana, kelompok ini menggunakan koreografi yang dinamis dan penuh energi.
  12. 5B Pertemuan Raja Ular dan Ratu Merak: Menggabungkan elemen fantasi dalam kisah pertemuan dua tokoh magis, pementasan ini memadukan tarian elegan dengan busana yang kaya akan hiasan.
  13. 5A Competing Wings Harmony of The Sky: Pementasan yang menggambarkan kompetisi sayap antara burung-burung legendaris di langit, menggunakan koreografi yang menggambarkan gerakan terbang.

Kostum yang digunakan dalam pementasan ini adalah salah satu elemen yang menarik perhatian. Setiap kelompok berupaya menghadirkan kostum yang tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga mendukung narasi pementasan. Terlihat bahwa setiap kostum dirancang dengan cermat untuk menyesuaikan tema yang diusung. Beberapa penampilan menggunakan kostum tradisional lengkap dengan ornamen seperti mahkota, hiasan kepala, dan aksesori etnik, sementara penampilan lain memadukan elemen modern dan futuristik dalam kostum yang mereka kenakan.

 

Kostum yang digunakan oleh kelompok 5D, misalnya, dalam pementasan Bajra Mahasura memadukan warna-warna emas yang melambangkan kekuatan dan keagungan mitologi. Sementara itu, kelompok 5C dalam pementasan Jejak Harmoni Papua menggunakan kostum yang terinspirasi dari busana adat Papua, menonjolkan kekayaan budaya daerah tersebut. Kostum lain yang menarik perhatian adalah penampilan dari 5A dalam Competing Wings Harmony of The Sky, di mana setiap penari mengenakan busana menyerupai burung, lengkap dengan sayap besar yang berkilau, menambah dimensi dramatis pada gerakan mereka.

 

Secara keseluruhan, penggunaan warna-warna cerah dan kontras dalam kostum, mulai dari merah, hijau, kuning, hingga biru, memperkuat suasana dinamis yang ingin disampaikan oleh setiap kelompok. Properti tambahan seperti topeng, tongkat, dan hiasan kepala memberikan sentuhan estetika yang meningkatkan nilai artistik setiap pementasan.

Kegiatan UTS dalam bentuk pementasan seni ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya mengeksplorasi bakat seni, tetapi juga mempraktikkan pembelajaran multidisipliner yang penting dalam pendidikan dasar. Melalui persiapan yang matang, mahasiswa diajak untuk berpikir kreatif, bekerja sama dalam tim, serta memahami pentingnya seni dan budaya dalam proses pendidikan. Pengalaman ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis dalam mengelola acara seni, tetapi juga membekali mereka dengan wawasan bagaimana seni dapat digunakan sebagai alat pembelajaran yang efektif di sekolah dasar.

Sebagai salah satu komponen penting dalam mata kuliah Pengembangan Kreativitas Seni SD, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kreativitas dapat difasilitasi dalam ruang pendidikan yang formal. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa untuk menerapkan konsep seni yang lebih inovatif dalam proses pembelajaran mereka kelak sebagai guru sekolah dasar.

Acara pementasan ini berhasil menjadi wadah untuk mengembangkan dan menampilkan talenta artistik mahasiswa, sekaligus menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antar mahasiswa, dosen, dan pihak Prodi dalam rangka pengembangan pendidikan yang kreatif dan inklusif di masa depan.

-Fh-

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *